Perpustakaan NAWASENA CENDEKIA SMA Negeri 1 Maospati

Jalan Raya Maospati - Magetan No. 999 Kec. Maospati, Kab. Magetan, Jawa Timur

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Adriana

Text

Adriana

Fajar Nugros - Nama Orang;

Novel ini dimulai dari seorang cowo yang bernama Mamen yang jatuh cinta pada pandangan pertama kepada seorang gadis yang dia temui di depan lift perpustakaan nasional. Mamen berniat ingin bertemu lagi dengan gadis itu, tapi gadis tersebut malah memberinya teka-teki demi teka-teki yang berhubungan dengan sejarah yang harus Mamen pecahkan jika ingin menebak dimana tempat dan waktu yang di janjikan oleh Adriana.

Sobar, adalah sahabat Mamen dari jaman sekolah yang terkenal pintar dan berotak cerdas. Dia selalu dimintai tolong oleh Mamen untuk memecahkan teka-teki yang diberikan oleh Adriana. Sobar tahu hampir seluruh jawaban teka-teki yang diberikan oleh Adriana, tapi kadang dengan tingkah isengnya itu, dia malah sesekali menyesatkan sahabatnya Mamen. Disinilah letaknya potongan-potongan kecil kisah kocak mereka yang disuguhkan untuk pembaca, di tengah runyamnya teka-teki yang di mainkan oleh Adriana.

"Harinya adalah tiga hari setelah Fatahillah mengusir Portugis dari Pelabuhan Sunda Kelapa. Masanya sampai dengan Diponegoro. Namun orang-orang merana itu tahu, saat mati, jasad mereka akan merana terkubur jauh dari tanah tumpah darah mereka sendiri. Aku yang menunggumu adalah Adriana, pada mimpinya yang tak pernah mati."

Kalimat yang indah ya? ya, saya suka banget sama kalimat yang di berikan oleh Adriana itu. Dan tahu kemana teka-teki membawa Mamen serta sahabatnya Sobar? Ke kuburan Belanda di Kebun Raya Bogor!. Mimpi yang tak pernah mati itu adalah KRB itu sendiri karena KRB adalah ‘hadiah’ dari Sir Thomas Stanford Raffles untuk istrinya Olivia Marianne Raffles yang bermimpi memiliki sebuah kebun raya yang indah. Dan disanalah mereka mencari makan Adriana, maksudnya Adriana yang asli, yaitu Adriana Van Den Bosch yang wafat pada 18 September 1831.

Sialnya, setelah menemukan makan itu, Mamen mendapat teka-teki baru, tanpa ada gadis itu disana.

"Dia menjual mobilnya untuk membangunku, temui aku di tempat aku menunjuk. Pada wafatku, Adriana."


Ketersediaan
13010899.2213 Faj aPerpustakaan Nawasena Cendekia SMA Negeri 1 Maospati (L)Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
899.2213 Faj a
Penerbit
Jakarta : Gramedia Pustaka Utama., 2013
Deskripsi Fisik
v, 193 hlm.: ilus. ; 20 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-979-22-0348-6
Klasifikasi
899.2213
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
I
Subjek
Fiksi Indonesia
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan NAWASENA CENDEKIA SMA Negeri 1 Maospati
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik